Minggu, 15 Agustus 2010

PENGATURAN CAHAYA PADA STUDIO FOTO

PENGATURAN CAHAYA PADA STUDIO FOTO




Di dalam Fotografi, pengaturan pencahayaan merupakan kuncikeberhasilan untuk mendapatkan hasil gambar yang dihasilkan.pengaturan pencahayaan ini sangat berkaitan dengan pengaturan diafragma (aperture) dan kecepatan (shuttet speed).


Jika pada kamera saku digital terdapat fasilitas shooting mode manual, maka pengaturan diafragma dan kecepatan diatur oleh si pemotret. Dengan pengaturan pencahayaan dengan shooting mode manual ini kebutuhan pencahayaan yang di dapat biasanya lebih tepatdibandingkan dengan pengaturan shooting mode secara otomatis.


1. over exposure
yang dimaksud over exposure adalah pencahayaan yang berlebih.penyebar kelebihan pencahayaan ini adalah pengaturan apature dengan shutter speed yang tidak sesuai.Jika dilihat di garis matering, posisi jarum matering berada diareal plua(+). Akibat dari kelebihan pencahayaan, foto yang dihasilkan tampak di dominasi warna putih/terang.

Ada yang menyebut kelebihan pencahayaan inidengan istilah harz.Over exposurejuga bisa di sebabkan oleh sambaran lampu kilat yang yang terlalu kuat. hal ini bisa terjadi jika jarak antara obyek dengan lampu kilat (flash) terlalu dekat atau si pemotret terlalu penuh mengatur output flash.


2. under exposure
kebalikan dari over exposure, adalah kekurangan pencahayaan. penyebabnya pun sama,tidak sesuainya pengaturan shutter speed dan aperture (-). Under exposure biasanya juga disebabkan oleh sambaran flash yang terlalu lemah. hal ini bisa terjadi jika jarak antara obyek dengan lampu terlalu jauh atau si pemotret terlalu minim mengatur output flash.


3. Cahaya dari Depan Obyak
memotretlah dengan keadaan objek menghadap sinar, bukan pemotret yang menghadap sinar. Cahaya yang datang dari depan obyek akan menyinari tubuh secara merata. Wajah objek tampak jelas. Jika pada wajah sebagian wajah objek ada sedikit bayangan (shadow), hal ini tidak mengurangi hasil foto, justru menambah kualitas foto.


4. Cahaya dari belakang Objek
Saat memotret objek di luar ruangan (outdoor) sebaiknya menghindari pengambilan gambar yang menantangmatahari.Pemotretan dengan menantang matahari, tubuh objek akan tampak lebih gelap. Apalagijika kondisi matahari terlalu kuat maka seluruh objek akan tampak hitam. hasil foto seperti ini bisa menfhasilkan foto siluet.


5. Cahaya Pagi Hari
Memotret objek dengan memanfaatkan pencahayaan di pagi hari sangat disarankan. Pasalnyacahaya pagi hari akan menghasilkantonal warna yang lembut. Hasil foto yung didapatkan relatif bagus, baik objek landscape (pemandangan0 maupun objek manusia.


6. Cahaya Siang hari
Memotret objek pada Siang hari sangat tidak disarankan karena sifat pencahayaan yang terlalu kuat sehingga foto yang dihasilkan cenderung over exposure, mekipun pengaturan aperture dan shutter speed sudah sesuai.


7. Cahaya Sore Hari
Pemanfaatan cahaya pada sore hari sangat dianjurkan dalam pemotretan. Sifat pencahayaan pada sore hari sama dengan pagi hari. Apalagi saat intensitas cahaya matahari sedikit berkurang, pada pukul 16.00 kebawah.


8. Cahaya malam hari
Pemanfaatan cahaya pada malam hari sebenarnya memanfaatkan cahaya yang dihasilkan oleh lampu sebagai cahaya luar. jangan terlalu mengandalkan flash karena hasilnya nanti akan tidak alami. untuk menyiasatinya, pemotret bisa menggunakan shutter speed rendahtanpa tambahan lampu flash. sayangnya, shutter speed yangrendah akan akan membuat foto menjadi tidak maksimal, maka dari itu, untuk mengatasinya pemotret dapat dibantu dengan penggunaan tripot.


Disarankan untuk memotret pagi hari pada jam 06.00-09.00 dan sore hari pada pukul 16.00-18.00. Pasalnya, dalam waktu - waktu tersebut terdapat pencahayaan yang paling baik.

1 komentar: